Memahami Perbedaan PMS dan Dismenore serta Cara Mengatasinya

Feminax_Memahami-Perbedaan-PMS-dan-Dismenore-serta-Cara-Mengatasinya

PMS (premenstrual syndrome) dan dismenore adalah dua kondisi yang seringkali terkait dengan siklus menstruasi pada perempuan. Meskipun keduanya dapat mempengaruhi fisik dan emosional, ada perbedaan penting antara keduanya. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara PMS dan dismenore, gejalanya, serta beberapa tips untuk mengatasinya. Baca sekarang yuk, bestie!

 

PMS (Premenstrual Syndrome)

PMS merujuk pada sekelompok gejala fisik dan emosional yang muncul beberapa hari hingga satu minggu sebelum menstruasi. Gejala PMS dapat meliputi perubahan mood, kelelahan, nyeri payudara, kembung, sakit kepala, dan perubahan nafsu makan. PMS umumnya disebabkan oleh fluktuasi hormon dalam siklus menstruasi. Gejala PMS cenderung mereda setelah menstruasi dimulai.

 

Dismenore

Dismenore adalah istilah medis untuk menstruasi yang disertai dengan nyeri hebat di daerah panggul atau perut bagian bawah. Nyeri yang terkait dengan dismenore bisa bervariasi dari ringan sampai parah, dan sering disertai dengan kram perut yang hebat dan menjalar ke punggung bagian bawah. Dismenore dapat disebabkan oleh kontraksi rahim yang kuat dan peningkatan kadar prostaglandin dalam tubuh. Gejala dismenore biasanya muncul pada hari-hari awal menstruasi dan mereda seiring berjalannya siklus.

 

Perbedaan PMS dan Dismenore

Perbedaan utama antara PMS dan dismenore terletak pada gejalanya. PMS melibatkan gejala fisik dan emosional yang lebih luas, sementara dismenore terutama terkait dengan nyeri menstruasi yang intens.

 

Gejala Premenstrual Syndrome

  1. Perubahan Mood
    Wanita yang mengalami PMS seringkali mengalami perubahan mood yang signifikan. Mereka bisa merasa mudah tersinggung, sedih, cemas, atau mudah marah. Fluktuasi hormon seperti penurunan kadar estrogen dapat memengaruhi neurotransmiter di otak dan mempengaruhi suasana hati.
  2. Kelelahan
    Merasa lelah atau lesu adalah gejala umum yang seringkali terjadi selama PMS. Wanita dapat mengalami penurunan energi, kelelahan yang berlebihan, dan keinginan untuk beristirahat lebih banyak.
  3. Nyeri Payudara
    Banyak wanita mengalami nyeri atau sensitivitas pada payudara selama PMS. Payudara bisa terasa lebih besar, lebih sensitif, atau terasa nyeri saat disentuh.
  4. Kembung
    PMS seringkali disertai dengan perut kembung atau rasa tidak nyaman di area perut. Wanita dapat merasa bengkak dan berat di daerah perut atau pinggang.
  5. Sakit Kepala
    Beberapa wanita mengalami sakit kepala selama PMS. Ini bisa menjadi jenis sakit kepala tegang yang ringan hingga sakit kepala migrain yang parah.
  6. Perubahan Nafsu Makan
    Perubahan nafsu makan juga sering terjadi selama PMS. Beberapa wanita mengalami peningkatan nafsu makan, terutama untuk makanan manis atau berlemak, sementara yang lain kehilangan nafsu makan.
  7. Gangguan Tidur
    PMS dapat mempengaruhi pola tidur. Beberapa wanita mengalami kesulitan tidur, seperti insomnia atau tidur yang terganggu.

 

Gejala Dismenore

  1. Nyeri Menstruasi
    Nyeri menstruasi yang intens atau dismenore adalah gejala utama. Wanita dengan dismenore biasanya mengalami nyeri perut bagian bawah yang terasa seperti kram. Nyeri dapat menjalar ke punggung bagian bawah atau paha.
  2. Kram yang Hebat
    Kram perut yang kuat dapat menyertai nyeri menstruasi pada dismenore. Ini bisa menjadi kram yang tajam dan berdenyut, yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  3. Mual dan Muntah
    Beberapa wanita dengan dismenore mengalami gejala mual dan bahkan muntah selama menstruasi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar prostaglandin, zat kimia yang mempengaruhi kontraksi rahim.
  4. Diare atau Sembelit
    Perubahan pola buang air besar seperti diare atau sembelit dapat terjadi selama dismenore. Prostaglandin juga dapat memengaruhi saluran pencernaan, menyebabkan gangguan pencernaan selama menstruasi.
  5. Sakit Kepala
    Nyeri kepala atau migrain juga bisa menyertai dismenore pada beberapa wanita. Sakit kepala ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal dan ketegangan fisik yang terkait dengan kram menstruasi.

 

Tips Mengatasi PMS dan Dismenore

Meskipun ada beberapa gejala yang sama antara PMS dan Dismenore, tapi mereka adalah dua kondisi berbeda dan perlu pendekatan yang sedikit berbeda dalam mengatasinya.

Mengatasi PMS

  1. Pola makan sehat
    Menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi, rendah garam, rendah gula, dan tinggi serat dapat membantu mengurangi gejala PMS.
  2. Olahraga teratur
    Berolahraga secara teratur dapat merangsang produksi endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala PMS.
  3. Mengelola stres
    Praktik teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam dapat membantu mengurangi stres dan ketegangan yang terkait dengan PMS.
  4. Tidur yang cukup
    Memastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dan mengurangi gejala PMS.
  5. Manajemen emosi
    Menerapkan teknik manajemen emosi seperti terapi perilaku kognitif atau konseling dapat membantu mengatasi gejala emosional yang terkait dengan PMS.

 

Mengatasi Dismenore

  1. Obat pereda nyeri
    Menggunakan obat pereda nyeri seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan kram yang terkait dengan dismenore.
  2. Pemanasan
    Mengaplikasikan kompres hangat atau botol air hangat pada area perut dapat membantu meredakan ketegangan dan nyeri.
  3. Olahraga ringan
    Melakukan olahraga ringan atau aktivitas fisik yang disesuaikan dengan tingkat kenyamanan Anda dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan sirkulasi darah.
  4. Pemijatan
    Pemijatan ringan pada area perut atau punggung bagian bawah dapat membantu mengurangi ketegangan dan nyeri.
  5. Terapi panas atau dingin
    Penggunaan terapi panas atau dingin seperti mandi air hangat atau kompres dingin dapat memberikan bantuan sementara untuk nyeri.

 

Dalam mengatasi PMS dan dismenore, penting untuk memahami perbedaan setiap gejalanya. Setiap individu dapat merespons dengan cara yang berbeda, jadi penting untuk mencari cara yang paling cocok untuk kebutuhanmu. Dengan memahami perbedaan antara PMS dan dismenore serta mengadopsi strategi yang tepat, kita dapat mengatasi kedua kondisi ini dengan lebih baik.

See more article

Self Care, Penting Ngga Sih?

Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup yang makin gila-gilaan, seringkali kita lupa ngurusin diri sendiri. Benernya self care penting ga sih?

Selengkapnya > about Self Care, Penting Ngga Sih?

5 Tips Sederhana untuk Mendorong Pengembangan Diri

Bicara tentang pengembangan diri kayaknya ribet dan butuh waktu lama ya? Tenang, bestie! Ada 5 tips sederhana yang bisa kamu terapin.

Selengkapnya > about 5 Tips Sederhana untuk Mendorong Pengembangan Diri

Stop Begadang! Ini Dampaknya Buat Kesehatan Wanita

Begadang jadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang, termasuk wanita. Tapi, begadang berdampak yang buruk bagi kesehatan lho.

Selengkapnya > about Stop Begadang! Ini Dampaknya Buat Kesehatan Wanita